Dokter Spesialis

Posted by Online Consultant on Monday, October 7, 2013

Dokter spesialis merupakan dokter yang mengkhususkan diri dalam suatu bidang ilmu kedokteran tertentu. Seorang dokter harus menjalani pendidikan profesi dokter pasca sarjana(spesialisi) untuk dapat menyandang status dokter spesialis. Pendidikan dokter spesialis merupakan program pendidikan profesi lanjutan dari program pendidikan dokter setelah dokter menyelesaikan wajib kerja sarjananya dan atau langsung setelah menyelesaikan pendidikan dokter umum.


Pendidikan Dokter Spesialis di Indonesia

Pendidikan dokter spesialis di Indonesia dinamakan Program Pendidikan Dokter Spesialis atau PPDS yakni program pendidikan untuk melatih seorang dokter umum untuk menjadi dokter spesialis tertentu. Lama pendidikan ini bervariasi rata-rata 8 semester. Program ini baru dilakukan oleh beberapa fakultas kedokteran di universitas negeri yang bekerja sama dengan rumah sakit pendidikan. Dokter umum yang melanjutkan pendidikan sebagai dokter spesialis disebut residen.

Salah satu fakultas kedokteran yang berkomitmen mendidik dokter-dokter spesialis adalah Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI). Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia merupakan garda terdepan pencetak dokter-dokter unggul di Indonesia.

Melalui sejarah yang panjang, PPDS FKUI telah memiliki banyak pengalaman dalam mendidik dokter-dokter spesialis. Saat ini, tersedia 27 jurusan PPDS dengan jumlah 165 konsultan. Sampai saat ini, jumlah peserta PPDS adalah 1649 yang terdaftar di FKUI dan berasal dari berbagai universitas.

Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) FKUI bertujuan untuk mencetak dokter-dokter unggul yang terampil dan berpengetahuan mumpuni dengan mengedepankan etika kedokteran dalam menjalankan profesi. Selain itu, peserta PPDS diarahkan untuk terus mengembangkan kapasitas keilmuan dengan melakukan riset. Hasil riset tersebut telah dipublikasikan di berbagai jurnal kedokteran, yang merupakan sumbangsih yang sangat berarti dalam pengembangan keilmuan di masing-masing bidang.

Pendidikan PPDS FKUI memakai konsep belajar aktif, dengan tekanan pelatihan keprofesian di bidang masing-masing melalui kerja praktek di RS pendidikan utama dan jejaring dengan bimbingan intensif supervisor/staf pengajar. Peserta PPDS diekspos dengan berbagai kasus, baik melalui pasien gawat darurat, rawat inap, maupun rawat jalan sehingga memiliki keterampilan dalam pengelolaan pasien. Pendalaman keilmuan sebagai dasar untuk mendukung keterampilan klinik secara ilmiah diberikan secara terstruktur dan terjadwal melalui berbagai kegiatan seperti kuliah, presentasi kasus, referat, pembacaan jurnal, dan laporan jaga.

Rumah sakit pendidikan untuk peserta PPDS FKUI merupakan pusat keilmuan di bidangnya masing-masing, sebagai contoh RSCM yang merupakan rumah sakit pusat rujukan, Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, RS Kanker Dharmais, dan RS Persahabatan yang merupakan Pusat Respirasi Nasional. Selain itu, setiap jurusan PPDS memiliki perpustakaan untuk ruang kuliah audiovisual, fasilitas Wi-Fi, ruang diskusi, dan sistem rekam medik. Semua fasilitas tersebut adalah daya dukung yang sangat signifikan untuk pencapaian kompetensi.

Dengan pengalaman puluhan tahun dan daya dukung yang sangat memadai, FKUI yakin akan mampu mempersembahkan dokter-dokter spesialis yang siap bersaing di era globalisasi. Sejarah telah membuktikan hal tersebut, dan tentu sejarah tersebut akan diteruskan dan diabadikan oleh generasi selanjutnya. Siapkah Anda bergabung?

Program ini merupakan program pendidikan akademik profesional dengan lulusan yang mempunyai kualifikasi Magister (S2) bidang kedokteran dan berhak menyandang gelar Magister Kedokteran (M.Ked), dan mendapat sebutan dokter Spesialis-1 yang merupakan jenjang profesi kedua (second professional degree).

Pendidikan profesi, menurut Ketetapan Majelis Wali Amanat UI no. 003/TAP/MWA-UI/2005 tentang Pedoman Umum Penyelenggaraan Program Pendidikan Profesi Universitas Indonesia, adalah program pendidikan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan persyaratan keahlian khusus. Pendidikan profesi bertujuan membentuk lulusan yang mempunyai kemampuan teori dan praktek untuk penguasaan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada keahlian tertentu sehingga sanggup memahami dan memecahkan masalah di bidang profesinya secara ilmiah, menjunjung tinggi etika ilmu dan profesi serta mengupayakan penggunaannya secara langsung dalam bentuk pelayanan sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat.

Kurikulum yang digunakan mengacu pada Standar Pendidikan Dokter Spesialis Indonesia yang ditetapkan Konsil Kedokteran Indonesia. Buku katalog ini dirancang untuk menggambarkan implementasi proses pendidikan sesuai standar pendidikan, meliputi isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan, serta evaluasi proses pendidikan. Untuk menyingkat, selanjutnya PMKPDSp-1 akan disebut dengan program studi Sp-1.

Tujuan pendidikan

Menghasilkan dokter spesialis-1 yang mempunyai kompetensi akademik magister ilmu kedokteran klinik sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mampu memberikan pelayanan kedokteran jenjang kedua (second professional degree).

Program pendidikan profesi jenjang kedua diarahkan agar lulusan memiliki:


1. Kemampuan memberikan pelayanan yang bersifat spesialistik di bidang profesinya.
2. Kemampuan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, budaya dan seni yang bersifat spesialistik di bidang profesinya.
3. Kemampuan memecahkan permasalahan dalam bidang profesinya melalui kegiatan penelitian dan pelayanan.
4. Kemampuan melakukan analisis terhadap berbagai perkembangan di bidang profesinya.


Sumber: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (fk.ui.ac.id)




Read more

Pendidikan Kedokteran di Indonesia

Posted by Online Consultant

Program studi kedokteran atau pendidikan dokter di perguruan tinggi merupakan salah satu pendidikan yang paling banyak diminati calon mahasiswa setiap kali seleksi penerimaan mahasiswa baru. Uang pangkal yang relatif mahal tidak mengurangi minat lulusan SMA untuk memilih program studi tersebut.

Tidak hanya program studi (prodi) kedokteran di perguruan tinggi negeri yang menjadi incaran. Prodi kedokteran di perguruan tinggi swasta juga diserbu calon mahasiswa. Uang pangkal di perguruan tinggi negeri pun hampir tak beda dengan perguruan-perguruan tinggi swasta, di kisaran Rp 5 juta-Rp 50 juta. Kampus favorit dengan kisaran uang pangkal hingga Rp 80 juta atau untuk kedokteran bisa mencapai Rp 200 juta tetap dibanjiri peminat.

Jumlah tenaga medis khususnya di Indonesia yang belum sebanding dengan populasi masyarakat disebut-sebut menjadi alasan prospektifnya program studi ini. Itu terbukti dari minimnya fasilitas kesehatan dan para dokter di desa-desa. Kebutuhan akan tenaga ahli dalam bidang kesehatan seperti dokter dan staf medis trus meningkat sering meningkat nya jumlah penduduk dan gaya hidup yang kian lama semakin tidak sehat.

Mengenal kedokteran

Kedokteran merupakan suatu ilmu dan seni yang mempelajari tentang penyakit dan cara-cara penyembuhannya. Ilmu kedokteran adalah cabang ilmu kesehatan yang mempelajari tentang cara mempertahankan kesehatan manusia dan mengembalikan manusia pada keadaan sehat dengan memberikan pengobatan pada penyakit dan cedera. Ilmu ini meliputi pengetahuan tentang sistem tubuh manusia dan penyakit serta pengobatannya, dan penerapan dari pengetahuan tersebut.

Praktek kedokteran dilakukan oleh para profesional kedokteran–lazimnya dokter dan kelompok profesi kedokteran lainnya yang meliputi perawat atau ahli farmasi. Berdasarkan sejarah, hanya dokterlah yang dianggap mempraktikkan ilmu kedokteran secara harfiah, dibandingkan dengan profesi-profesi perawatan kesehatan terkait. Profesi kedokteran adalah struktur sosial dan pekerjaan dari sekelompok orang yang dididik secara formal dan diberikan wewenang untuk menerapkan ilmu kedokteran. Di berbagai negara dan wilayah hukum, terdapat batasan hukum atas siapa yang berhak mempraktikkan ilmu kedokteran atau bidang kesehatan terkait.

Ilmu kedokteran umumnya dianggap memiliki berbagai cabang spesialis, dari pediatri (ilmu kesehatan anak), ginekologi (ilmu penyakit pada wanita), neurologi (ilmu penyakit saraf), hingga melingkupi bidang lainnya seperti kedokteran olahraga, dan kesehatan masyarakat.

Sistem kedokteran dan praktik perawatan kesehatan telah berkembang dalam berbagai masyarakat manusia sedikitnya sejak awal sejarah tercatatnya manusia. Sistem-sistem ini telah berkembang dalam berbagai cara dan berbagai budaya serta daerah yang berbeda. Yang dimaksud dengan ilmu kedokteran modern pada umumnya adalah tradisi kedokteran yang berkembang di dunia Barat sejak awal zaman modern. Berbagai tindakan pengobatan dan kesehatan tradisional masih dipraktikkan di seluruh dunia, di mana sebagian besar dianggap terpisah dan berbeda dari kedokteran Barat, yang juga disebut biomedis atau tradisi Hippokrates.

Sistem ilmu kedokteran yang paling berkembang selain sistem Barat adalah tradisi Ayurveda dari India dan pengobatan tradisional Tionghoa. Berbagai tradisi perawatan kesehatan non konvensional juga dikembangkan di dunia Barat yang berbeda dari ilmu kedokteran pada umumnya. Di berbagai tempat, sistem kedokteran Barat seringkali dipraktikkan bersama-sama dengan sistem kedokteran tradisional setempat atau sistem kedokteran lainnya, meskipun juga dianggap saling bersaing atau bahkan bertentangan.

Praktek kedokteran mengombinasikan sains dan seni. Sains dan teknologi adalah bukti dasar atas berbagai masalah klinis dalam masyarakat. Seni kedokteran adalah penerapan gabungan antara ilmu kedokteran, intuisi, dan keputusan medis untuk menentukan diagnosis yang tepat dan perencanaan perawatan untuk masing-masing pasien serta merawat pasien sesuai dengan apa yang diperlukan olehnya.

Di Indonesia Fakultas Kedokteran didirikan umumnya bertujuan untuk mengembangkan ilmu kedokteran melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Pendidikan Kedokteran di perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta bertujuan menghasilkan lulusan dengan kemampuan untuk mengembangkan dan memutakhirkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam disiplin pendidikan kedokteran dengan cara menguasai dan memahami pendekatan, metode, kaidah ilmiah disertai keterampilan penerapannya.

Disamping itu untuk menghasilkan lulusan yang mampu memecahkan permasalahan dalam disiplin pendidikan kedokteran melalui kegiatan penelitian dan pengembangan berdasarkan kaidah ilmiah. Serta mengembangkan kinerja professional yang ditunjukkan dengan ketajaman analisis permasalahan, ketercakupan tinjauan, kepaduan pemecahan masalah atau profesi yang serupa.

Para lulusan Fakultas Kedokteran diharapkan mempunyai kompetensi dalam disiplin pendidikan kedokteran. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, Departemen Pendidikan Kedokteran seperti di Universitas Indonesia (UI) memiliki misi:

1. Menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan tinggi dalam disiplin pendidikan kedokteran bagi staf pengajar dari seluruh Indonesia dangan mengikuti perkembangan disiplin pendidikan kedokteran di dalam dan luar negeri dan didukung pengembangan riset kedokteran

2. Menghasilkan lulusan yang mempu merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi program pendidikan dokter dan dokter spesialis di institusi pendidikan masing-masing

3. Menghasilkan lulusan yang mampu mengidentifikasi masalah dan merumuskan penyelesaian masalah pendidikan kedokteran di institusi pendidikan kedokteran dan dokter spesialis

4. Membina jaringan kemitraan dengan berbagai pakar, institusi di dalam dan luar negeri dalam pelaksanaan pendidikan kedokteran




Read more