Mengenal 9 Prodi Kedokteran (Fakultas Kedokteran) Baru

Posted by Online Consultant on Thursday, March 15, 2018

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) telah mencabut moratorium izin pembukaan fakultas kedokteran (FK). Sejak 4 September 2017. Namun, ternyata perizinan pembukaan FK baru masih sulit didapatkan oleh perguruan tinggi.

Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan, kondisi ini disebabkan jumlah dosen di bidang kedokteran masih sangat minim. Dalam triwulan I tahun 2018 ini, Kemenristekdikti baru memberikan surat keputusan (SK) pembukaan FK baru kepada dua kampus. Yakni, Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka), Jakarta dan Universitas Gunadarma, Jawa Barat.

Mantan rektor Universitas Diponegoro (Undip) itu menceritakan sewaktu pertama menjabat Menristekdikti, perguruan tinggi yang masuk kategori A baru 19 perguruan tinggi (PT). Padahal, saat itu ada 4.579 perguruan tinggi. Kemudian, dengan menerapkan sistem Wasdampim (Pengawasan, Pendampingan, dan Pembinaan), akhirnya dari 19 PT hanya ada 1 atau 2 perguruan tinggi swasta (PTS). Sampai akhir 2017 sudah 65 perguruan tinggi yang sudah terakreditasi A.

Selanjutnya, setelah pencabutan moratorium izin pembukaan FK pada 4 September 2017 lalu, Nasir mengaku banyak perguruan tinggi yang mengajukan pembukaan FK baru. Akan tetapi, pihaknya tetap harus melakukan verifikasi secara ketat. Menurutnya, program studi (prodi) kedokteran merupakan salah satu prodi yang harus menghasilkan lulusan berkualitas, mengingat berkaitan dengan manusia.

Menurutnya, pemerintah juga tidak bisa sembarangan memberi izin. Kalau yang mengajukan sih banyak karena kampusnya dianggap memiliki nilai tambah tinggi. Tapi, bagi kami itu tidak cukup. Perguruan tinggi harus bisa hasilkan lulusan yang baik, termasuk dosennya, infrastruktur, dan rumah sakit pendidikannya juga harus ada.

Diketahui, Kemenristekdikti telah membuka pendaftaran prodi kedokteran hingga 17 September 2017 lalu. Pencabutan moratorium izin prodi kedokteran didasarkan atas sejumlah evaluasi yang telah dilakukan perguruan tinggi serta jumlah dokter cukup, tetapi beberapa daerah mengalami kekurangan. Pemerintah melakukan moratorium sejak 14 Juni 2016.

Pada tahun-tahun sebelumnya Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menyerahkan Surat Keputusan Program Studi (SK Prodi) Kedokteran Baru ke delapan universitas. Menurut Nasir, pengajuan ini sudah dilakukan mereka sejak 2015 lalu.

Adapun 8 (delapan) universitas yang mendapatkan Surat Keputusan Program Studi (SK Prodi) ini adalah sebagai berikut :

No.Nama Perguruan Tinggi Nama FakultasWebsite Resmi
1 Universitas Khairun Fakultas Kedokteranfk.unkhair.ac.id
2 Universitas Surabaya Fakultas Kedokteranubaya.ac.id
3 UIN Alauddin Makassar Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK)fkik.uin-alauddin.ac.id
4 Universitas Bosowa Makassar Fakultas Kedokteranmedical.universitasbosowa.ac.id
5 Universitas Ciputra Surabaya Fakultas Kedokteranwww.uc.ac.id/fk/
6 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Kesehatan (FKIK)kedokteran.uin-malang.ac.id
7 Universitas Muhammadiyah Surabaya Fakultas Kedokteranfk.um-surabaya.ac.id
8 Universitas Wahid Hasyim Semarang Fakultas Kedokteranwww.unwahas.ac.id

Sebagai langkah pertama, Nasir menyatakan, prodi-prodi tentu baru mendapatkan akreditas C. Dengan kata lain, pihak universitas hanya boleh menerima 50 mahasiswa saja. Mahasiswa ini pun harus berasal dari jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) saat duduk di kelas menegah atas.

Selanjutnya yang ke-9 yaitu Fakultas Kedokteran Universitas Semarang (USM), yang menargetkan Fakultas Kedokteran yang didirikannya sudah bisa beroperasi dan menerima mahasiswa baru pada 2018 ini.

Menurut Wakil Rektor II USM Andi Kridasusila pada tahun lalu, bahwa FK USM masih tahap penyelesaian proses perizinan (penyelenggaraan FK.) di kementerian," kata Wakil Rektor II USM Andi Kridasusila di Semarang. Fasilitas gedung FK memang sudah jadi, tetapi sementara ini dipakai untuk kegiatan kuliah fakultas-fakultas yang lain, sembari merampungkan perizinan.

Sesuai dengan aturan dari kementerian, FK baru hanya bisa menerima maksimal 40 mahasiswa dalam satu angkatan. Akan tetapi, kalau sudah lama bisa menerima lebih. Meski demikian, Andi menjamin USM akan tetap memberikan kesempatan kepada semua kalangan untuk menempuh pendidikan kedokteran dengan biaya yang jauh lebih terjangkau.

Di lain pihak, Pemerintah meminta sejumlah prodi kedokteran memperbaiki akreditasi dari C ke B. Usulan perbaikan prodi juga disuarakan sejumlah lembaga kedokteran. Sebelum moratorium, pemerintah mencatat, terdapat 16 prodi kedokteran terakreditasi A, 34 terakreditasi B, dan 23 terakreditasi C. Pemerintah membentuk tim pendamping untuk perbaikan akreditasi prodi kedokteran di perguruan tinggi. Hasilnya, saat ini ada delapan prodi naik ke akreditasi B dari C.


Sumber-sumber:
- Republika
- Antara
- unkhair.ac.id
- um-surabaya.ac.id

{ 0 comments... read them below or add one }

Post a Comment