24 Prodi Kedokteran Terbaik 2018 Versi Akreditasi BAN-PT

Posted by Online Consultant on Saturday, September 15, 2018

Tim pendidikandokter.com akan merilis 24 Prodi Kedokteran Terbaik tahun 2018 Versi Akreditasi BAN-PT Kemdikbud. Namun beberapa hal perlu kita pahami bersama, bahwa pertama, urutan perguruan tinggi tidak menunjukkan ranking. Kemudian yang kedua, bahwa "terbaik" disini dimaksudkan jika dilihat dari Akreditasi Pendidikan Dokter yang dipublikasikan oleh BAN-PT Kemdikbud.

Sebagai kita maklumi bahwa BAN-PT Kemdikbud merupakan salah satu lembaga resmi dan kredibel. Dengan mengusung Misi yaitu menjadi lembaga akreditasi independen yang bermartabat, kredibel, dan akuntabel serta menjadi rujukan nasional dan internasional dalam mendukung terwujudnya sistem pendidikan tinggi yang unggul dan berkarakter.

Sedangkan Misinya dari BAN-PT adalah sebagai berikut:

1. Mengembangkan sistem akreditasi nasional pendidikan tinggi.
2. Melaksanakan akreditasi perguruan tinggi di Indonesia secara handal.
3. Melaksanakan penjaminan mutu lembaga akreditasi mandiri.

Berikut ini kami sampaikan rilis 24 Prodi Kedokteran Terbaik 2018 Versi Akreditasi BAN-PT Kemdikbud, dengan catatan tambahan bahwa pengelompokkan PTN dan PTS hanya untuk memudahkan saja bukanlah membedakannya dari aspek peringkat Akreditasi.



------------------------------------------------------------------------------------
1. Universitas Indonesia
------------------------------------------------------------------------------------
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) merupakan fakultas kedokteran tertua dan salah satu fakultas kedokteran terbaik di Indonesia. FKUI memiliki komitmen kuat untuk menjamin kualitas penyelenggaraan pendidikan kedokteran dengan menyelenggarakan pendidikan bertaraf internasional yang berbasis kompetensi dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Prodi Kedokteran Universitas Indonesia untuk tahun 2018 juga tetap bertahan dengan Akreditasi A, berdasarkan Surat Keputusan Akreditasi Program Sarjana dari Badan Akreditasi Nasional (BAN-PT) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).



------------------------------------------------------------------------------------
2. Universitas Syiah Kuala
------------------------------------------------------------------------------------
Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala sebagai salah satu fakultas yang berada Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang termasuk di wilayah II Seleksi Sbmptn dan Snmptn, membuka berbagai jurusan atau program studi yang diantaranya adalah pendidikan dokter atau jurusan kedokteran.

Prodi Kedokteran Universitas Syiah Kuala yang semula peringkat B, untuk tahun 2018 naik peringkat dengan meraih Akreditasi A, berdasarkan Surat Keputusan Akreditasi Program Sarjana dari Badan Akreditasi Nasional (BAN-PT) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).



------------------------------------------------------------------------------------
3. Universitas Sumatera Utara, Medan
------------------------------------------------------------------------------------
Setiap tahunnya Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara ini begitu diserbu oleh sejumlah besar peminat yang bercita-cita pengen jadi dokter, terutama mereka yang berasal dari wilayah Sumatera Utara dan sekitarnya. Dari berbagai jenis seleksi yang diikuti dan atau diselenggarakan oleh PTN ini senantiasa tidak pernah sepi dari animo yang menginginkan bekerja sebagai profesi dokter, profesi yang menjanjikan dan tentu saja membanggakan karena bisa penuh dengan pengabdian.

Prodi Kedokteran Universitas Sumatera Utara yang semula peringkat B, untuk tahun 2018 naik peringkat dengan meraih Akreditasi A, berdasarkan Surat Keputusan Akreditasi Program Sarjana dari Badan Akreditasi Nasional (BAN-PT) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).



------------------------------------------------------------------------------------
4. Universitas Andalas
------------------------------------------------------------------------------------
Kota Padang memiliki Universitas kebanggaan, Universitas Andalas, dimana Fakultas Kedokteran merupakan salah satu fakultas favorit terutama di wilayah Indonesia Bagian Barat. Fakultas Kedokteran Unand membuka berbagai jurusan atau program studi yang diantaranya adalah pendidikan dokter atau jurusan kedokteran.

Prodi Kedokteran Universitas Andalas untuk tahun 2018 juga tetap bertahan dengan Akreditasi A, berdasarkan Surat Keputusan Akreditasi Program Sarjana dari Badan Akreditasi Nasional (BAN-PT) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).



------------------------------------------------------------------------------------
5. Universitas Sriwijaya, Palembang
------------------------------------------------------------------------------------
Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Palembang merupakan salah satu fakultas yang berada pada Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang termasuk di wilayah II Seleksi Sbmptn dan Snmptn, membuka berbagai jurusan atau program studi yang diantaranya adalah pendidikan dokter atau jurusan kedokteran.

Prodi Kedokteran Universitas Sriwijaya untuk tahun 2018 juga tetap bertahan dengan Akreditasi A, berdasarkan Surat Keputusan Akreditasi Program Sarjana dari Badan Akreditasi Nasional (BAN-PT) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).



------------------------------------------------------------------------------------
6. Universitas Padjadjaran
------------------------------------------------------------------------------------
Letak Geografis Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung, sejak Universitas Padjadjaran membuka kampus II, berada di Kawasan Jatinangor kabupaten Sumedang, dialah pionir yang pindah ke Kawasan asri tersebut. Kampus FK UNPAD terletak di sisi sebelah Barat kawasan gedung pendidikan Universitas Padjadjaran di Jatinangor Kabupaten Sumedang yang berjarak kurang lebih 21 KM dari Kota Bandung. Kampus ini terletak di Kawasan Pendidikan Jatinangor, karena selain Universitas Padjadjaran (UNPAD), terdapat 3 perguruan tinggi lainnya yang memiliki kampus di kawasan tersebut yaitu Institut Koperasi Indonesia (IKOPIN), Institut Pendidikan Dalam Negeri (IPDN), dan Institut Teknologi Bandung (ITB) yang baru beberapa tahun membuka Kampus II juga seperti halnya Unpad.

Prodi Kedokteran Universitas Padjadjaran untuk tahun 2018 juga tetap bertahan dengan Akreditasi A, berdasarkan Surat Keputusan Akreditasi Program Sarjana dari Badan Akreditasi Nasional (BAN-PT) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).



------------------------------------------------------------------------------------
7. Universitas Gadjah Mada
------------------------------------------------------------------------------------
Universitas Gadjah Mada atau UGM yang berlokasi Kampus di Bulaksumur, Yogyakarta secara resmi didirikan 4 tahun pasca Republik Indonesia mencapai kemerdekaannya. Tepatnya pada tanggal 19 Desember 1949 berdirilah UGM sebagai Universitas yang bersifat nasional.

Diantara 6 (enam) fakultas yang pertama kali didirikan, Fakultas Kedokteran merupakan Fakultas Kedokteran tertua di Indonesia yang berdiri pada tanggal 5 Maret 1946.

Prodi Kedokteran Universitas Gadjah Mada untuk tahun 2018 juga tetap bertahan dengan Akreditasi A, berdasarkan Surat Keputusan Akreditasi Program Sarjana dari Badan Akreditasi Nasional (BAN-PT) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).


------------------------------------------------------------------------------------
8. Universitas Diponegoro
------------------------------------------------------------------------------------

Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro atau Undip Semarang, Jawa Tengah, upaya pendiriannya sudah dirintis sejak jaman pendudukan Jepang guna memenuhi kebutuhan dokter pada waktu itu. Pada tahun 1955 Yayasan Djojo-bojo (yang anggotanya antara lain dr. Boentaran dan dr. Atmadi Wreksoatmodjo) berusaha mendirikan Fakultas Kedokteran. Usaha ini belum berhasil karena kurang koordinasi antara Kepala Inspeksi Kesehatan dengan pimpinan Rumah Sakit dan Kepala Kesehatan Kota akibat suasana kepartaian politik dan golongan pada waktu itu. Padahal di kota Semarang telah ada sebuah Rumah Sakit Umum Pusat Semarang, yang cukup representatif menjadi satu rumah sakit pendidikan bagi sebuah Fakultas Kedokteran.

Pada tahun 1958, dr. Heyder bin Heyder dan dr. Soerarjo Darsono menghadap Presiden Universitas Diponegoro (waktu itu Soedarto, SH) dan mengungkapkan gagasan untuk mendirikan Fakultas Kedokteran, mengingat mahasiswa kedokteran Universitas Gadjah Mada banyak yang menjalani kepaniteraan di Semarang.

Prodi Kedokteran Universitas Diponegoro untuk tahun 2018 juga tetap bertahan dengan Akreditasi A, berdasarkan Surat Keputusan Akreditasi Program Sarjana dari Badan Akreditasi Nasional (BAN-PT) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).



------------------------------------------------------------------------------------
9. Universitas Jenderal Soedirman
------------------------------------------------------------------------------------
Fakultas Kedokteran Unsoed sebagai salah satu fakultas yang berada pada Universitas Jenderal Soedirman yaitu salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang termasuk di wilayah II Seleksi Sbmptn dan Snmptn.

Prodi Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman yang semula peringkat B, untuk tahun 2018 naik peringkat dengan meraih Akreditasi A, berdasarkan Surat Keputusan Akreditasi Program Sarjana dari Badan Akreditasi Nasional (BAN-PT) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud)..



------------------------------------------------------------------------------------
10. Universitas Sebelas Maret
------------------------------------------------------------------------------------

Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret merupakan salah satu fakultas yang berada pada Universitas Sebelas Maret yang termasuk di wilayah II Seleksi Sbmptn dan Snmptn.

Sejarah berdirinya Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret tak terlepas dari sejarah Universitas Sebelas Maret yang diresmikan pada tanggal 11 Maret 1976, dengan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 tahun 1976 tanggal 8 Maret 1976 yang semula bernama Universitas Negeri Surakarta Sebelas Maret disingkat UNS, yang merupakan penyatuan dari lima unsur perguruan tinggi yang ada di Surakarta pada waktu itu.

Prodi Kedokteran Universitas Sebelas Maret untuk tahun 2018 juga tetap bertahan dengan Akreditasi A, berdasarkan Surat Keputusan Akreditasi Program Sarjana dari Badan Akreditasi Nasional (BAN-PT) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).



------------------------------------------------------------------------------------
11. Universitas Brawijaya
------------------------------------------------------------------------------------
Universitas Brawijaya atau UB beralamat di Jl. Veteran, Malang 65145, Jawa Timur. Universitas ini memiliki 12 Fakultas, 2 Program Pendidikan Setara Fakultas, 1 Program Pendidikan Vokasi, dan 1 Program Pendidikan Pascasarjana.

Fakultas Kedokteran sebagai bagian dari Universitas Brawijaya bermula dari sebuah sekolah kedokteran swasta bernama Sekolah Tinggi Kedokteran Malang (STKM) yang didirikan pada tanggal 14 September 1963. Namun kegiatan pendidikan kedokteran sudah dikenal 17 tahun sebelumnya di Malang.

Prodi Kedokteran Universitas Brawijaya untuk tahun 2018 juga tetap bertahan dengan Akreditasi A, berdasarkan Surat Keputusan Akreditasi Program Sarjana dari Badan Akreditasi Nasional (BAN-PT) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).



------------------------------------------------------------------------------------
12. Universitas Airlangga, Surabaya
------------------------------------------------------------------------------------
Fakultas Kedokteran Umum Universitas Airlangga atau FK Unair beralamat di Kampus A Unair di Jalan Prof. Dr. Moestopo 47. Di kampus ini juga terdapat kampus Fakultas Kedokteran Gigi (FKG).

Universitas Airlangga yang memiliki 13 fakultas plus program pascasarjana menempati tiga kampus yang tersebar di Surabaya.

Prodi Kedokteran Universitas Airlangga untuk tahun 2018 juga tetap bertahan dengan Akreditasi A, berdasarkan Surat Keputusan Akreditasi Program Sarjana dari Badan Akreditasi Nasional (BAN-PT) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).



------------------------------------------------------------------------------------
13. Universitas Jember
------------------------------------------------------------------------------------
Prodi Kedokteran Universitas Jember berdiri pada tahun 2000 dan menjadi fakultas pada tahun 2006. Fakultas Kedokteran Universitas Jember hingga saat ini telah meluluskan 440 orang dokter. Termasuk 40 orang yang baru saja dikukuhkan sebagai dokter baru oleh Dekan Fakultas Kedokteran, dr. Enny Suswati, M. Kes, di Gedung Sutarjo Universitas Jember 26 Juni.

Prodi Kedokteran Universitas Jember ini yang semula peringkat B, untuk tahun 2018 naik peringkat dengan meraih Akreditasi A, berdasarkan Surat Keputusan Akreditasi Program Sarjana dari Badan Akreditasi Nasional (BAN-PT) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).



------------------------------------------------------------------------------------
14. Universitas Udayana
------------------------------------------------------------------------------------

Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (FK UNUD), sebagai salah satu fakultas yang memiliki banyak jurusan juga didirikan pada tahun 1962 serta merupakan salah satu dari 13 (tiga belas) Fakultas yang ada di bawah Universitas Udayana. FK UNUD berlokasi di Pusat Kota Denpasar dan merupakan institusi pendidikan negeri yang memiliki Program Studi Jenjang Sarjana (S1), Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS I), Program Doktor dan Magister yang bergerak di Bidang Kesehatan, Program Studi Keperawatan, Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Program Studi Psikologi, Program Studi Fisioterapi,Program Studi Pendidikan Dokter Gigi.

Prodi Kedokteran Universitas Udayana ini untuk tahun 2018 juga tetap bertahan dengan Akreditasi A, berdasarkan Surat Keputusan Akreditasi Program Sarjana dari Badan Akreditasi Nasional (BAN-PT) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).



------------------------------------------------------------------------------------
15. Universitas Mataram
------------------------------------------------------------------------------------
Universitas Mataram atau UNRAM merupakan salah satu perguruan tinggi negeri (PTN) yang diselenggarakan di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) yang berkedudukan di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Fakultas Kedokteran Unram merupakan salah satu dari tiga fakultas terakhir yang didirikan, disamping Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Masing-masing Tanggal 25 Agustus 2007 dan Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri tanggal 4 Pebruari 2012.

Prodi Kedokteran Universitas Mataram ini yang semula peringkat B, untuk tahun 2018 naik peringkat dengan meraih Akreditasi A, berdasarkan Surat Keputusan Akreditasi Program Sarjana dari Badan Akreditasi Nasional (BAN-PT) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).



------------------------------------------------------------------------------------
16. Universitas Hasanuddin, Makassar
------------------------------------------------------------------------------------
Universitas Hasanuddin beralamat di Jl. Perintis Kemerdekaan Km.10 Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia. Universitas Hasanuddin (Unhas) berdiri secara resmi pada tahun 1956, di kota Makassar. Kemudian pada tahun 1947 telah berdiri Fakultas Ekonomi yang merupakan cabang Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) Jakarta berdasarkan keputusan Letnan Jenderal Gubernur Pemerintah Hindia Belanda Nomor 127 tanggal 23 Juli 1947.

Pada tanggal 28 Januari 1956, Menteri P dan K Prof. Mr. R. Soewandi meresmikan Fakultas Kedokteran Makassar yang kelak berubah menjadi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin seiring dengan diresmikannya Universitas Hasanuddin pada tanggal 10 September 1956.

Prodi Kedokteran Universitas Hasanuddin ini untuk tahun 2018 juga tetap bertahan dengan Akreditasi A, berdasarkan Surat Keputusan Akreditasi Program Sarjana dari Badan Akreditasi Nasional (BAN-PT) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).



------------------------------------------------------------------------------------
17. Universitas Sam Ratulangi
------------------------------------------------------------------------------------
Universitas Sam Ratulangi atau Unsrat adalah salah satu perguruan tinggi negeri di Indonesia yang Kampusnya bertempat di Kota Manado, provinsi Sulawesi Utara.

Akreditasi Program Studi Kedokteran di Universitas Sam Ratulangi semula adalah bernilai B (baik), berdasarkan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Tinggi (BAN-PT) No. 037 Tahun 2011 yang berlaku s.d. tanggal 11 Nopember 2016.

Prodi Kedokteran Universitas Sam Ratulangi yang semula peringkat B, untuk tahun 2018 naik peringkat dengan meraih Akreditasi A, berdasarkan Surat Keputusan Akreditasi Program Sarjana dari Badan Akreditasi Nasional (BAN-PT) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).



------------------------------------------------------------------------------------
18. Universitas Muslim Indonesia, Makassar
------------------------------------------------------------------------------------
Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar yang didirikan pada tanggal 23 Juni 1954 beralamat di Menara UMI Lt. 09, Urip Sumohardjo KM.05 Makassar 90231. Apabila ditinjau dari segi usia, UMI merupakan perguruan tinggi tertua dan merupakan perguruan tinggi swasta terbesar di kawasan timur Indonesia. UMI juga merupakan satu-satunya PTS yang terakreditasi Institusi di Indonesia Timur.

Menurut Dekan Fakultas Kedokteran UMI, Prof.Dr. H. Syarifuddin Wahid mengatakan bahwa Fakultas Kedokteran UMI, pada akhir tahun 2014, kembali melahirkan 29 orang dokter dari angkatan tahun dua ribuan, dan dua sarjana kedokteran. Hal ini pertanda bahwa Fakultas Kedokteran dalam melaksanakan proses belajar mengajar sekaligus pertanggungjawaban kepada publik bahwa Fakultas Kedokteran UMI memiliki kompetensi dan kapasitas akademik melahirkan Dokter setara dengan Fakultas Kedokteran universitas Negeri sekalipun.

Prodi Kedokteran Universitas Muslim Indonesia yang semula peringkat B, untuk tahun 2018 naik peringkat dengan meraih Akreditasi A, berdasarkan Surat Keputusan Akreditasi Program Sarjana dari Badan Akreditasi Nasional (BAN-PT) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).



------------------------------------------------------------------------------------
19. Universitas Yarsi, Jakarta
------------------------------------------------------------------------------------
Ide pendirian FAKULTAS KEDOKTERAN dicetuskan oleh empat dosen Fakultas Kedokteran UNIVERSITAS INDONESIA oleh: Dr. H. Ali Akbar, dosen I. Faal; Prof. Dr. Asri Rasad, MSc, PhD; Drs. Med. Maksum Saleh Nasution, dosen Anatomi, dan Prof. Dr. Jurnalis Uddin, dosen Anatomi. Keempat pionir itulah pada tahun 1965 mulai berbincang-bincang tentang kemungkinan mendirikan sebuah fakultas kedokteran yang dikelola oleh lembaga Islam. Waktu itu memang sudah ada di Jakarta Fakultas kedokteran dibawah payung UNIVERSITAS IBNU KHALDUN, dimana keempat pendiri juga membantu sebagai dosen tidak tetap. Namun sayang sekali sekolah tsb tidak kelola secara profesional.

Prodi Kedokteran Universitas Yarsi untuk tahun 2018 juga tetap bertahan dengan Akreditasi A, berdasarkan Surat Keputusan Akreditasi Program Sarjana dari Badan Akreditasi Nasional (BAN-PT) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).



------------------------------------------------------------------------------------
20. Universitas Pelita Harapan
------------------------------------------------------------------------------------
Universitas Pelita Harapan atau UPH merupakan sebuah perguruan tinggi swasta (Kristen) yang berlokasi di beberapa tempat, Program Sarjana S-1 di Lippo Village, Tangerang, Banten, Program Master di kawasan Semanggi, Jakarta dan Surabaya, Jawa Timur (Program Sarjana S-1 dan S-2 Master)

Akreditasi Program Studi Kedokteran di Universitas Pelita Harapan semula adalah bernilai B, berdasarkan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Tinggi (BAN-PT) No. 038 Tahun 2011 yang berlaku s.d. tahun 2016.

Prodi Kedokteran Universitas Pelita Harapan yang semula peringkat B, untuk tahun 2018 naik peringkat dengan meraih Akreditasi A, berdasarkan Surat Keputusan Akreditasi Program Sarjana dari Badan Akreditasi Nasional (BAN-PT) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).



------------------------------------------------------------------------------------
21. Universitas Islam Indonesia
------------------------------------------------------------------------------------
Sejarah mencatat bahwa Fakultas Kedokteran Universitas Jendral Soedirman, yang cikal bakalnya adalah Fakultas Kedokteran UII di Purwokerto yang ditutup pada tahun 1975.

Fakultas Kedokteran (FK) UII saat ini memiliki program studi reguler pendidikan dokter. Sistem Pendidikan yang digunakan adalah sistem integrasi, yakni dengan pendekatan Belajar Berdasar Masalah atau Problem Based Learning. Sistem integrasi merupakan inovasi sistem pembelajaran yang mengintegrasikan ilmu-ilmu kedokteran baik secara horisontal (diantara ilmu kedokteran dasar) maupun secara vertikal (antara ilmu kedokteran dasar dan klinik).

Konsep integrasi dengan pendekatan PBL sesuai dengan paradigma baru pendidikan kedokteran yakni SPICES (Student centered, Problem based learning, Integrated curriculum, Community based, Early clinical exposure dan Systematic). Dengan demikian, diharapkan mahasiswa mampu belajar mandiri dan sistematis, dalam suatu kerangka pemahaman yang terintegrasi, dan berdasar pada masalah yang umum timbul dalam masyarakat.

Akreditasi Program Studi Kedokteran di Universitas ini adalah bernilai A (sangat baik), berdasarkan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Tinggi (BAN-PT) No. 024 Tahun 2012 yang berlaku s.d. tahun 2017.

Prodi Kedokteran Universitas Islam Indonesia ini untuk tahun 2018 juga tetap bertahan dengan Akreditasi A, berdasarkan Surat Keputusan Akreditasi Program Sarjana dari Badan Akreditasi Nasional (BAN-PT) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).



------------------------------------------------------------------------------------
22. Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
------------------------------------------------------------------------------------
Fakultas Kedokteran Unika Atma Jaya telah ada sejak lahirnya Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya pada tahun 1960. Lahirnya gagasan untuk mendirikan fakultas kedokteran dirintis oleh beberapa orang dokter yang seorang diantara mereka adalah pendiri Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, yaitu dr. A.H. Tjahjadi.

Beberapa dokter spesialis lainnya adalah dr. Njo tiong Tjiat, dr. A.W.J. Soeradi, Sr.dr. Regis Rukmarata, CB. Pada tahun 1964, dr. K.S. Gani, DPH, dr. J. Soegondho Roewidodarmo dan dr. A.H. Tjahjadi mulai bergerak untuk mewujudkan cita-cita mendirikan fakultas kedokteran di lingkungan pendidikan Katolik. Banyak kendala dan tantangan yang dihadapi. Mereka berusaha mencari tempat kuliah, dosen dan dana.

Prodi Kedokteran Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya ini untuk tahun 2018 juga tetap bertahan dengan Akreditasi A, berdasarkan Surat Keputusan Akreditasi Program Sarjana dari Badan Akreditasi Nasional (BAN-PT) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).



------------------------------------------------------------------------------------
23. Universitas Tarumanagara
------------------------------------------------------------------------------------
Fakultas Kedokteran sebagai salah satu fakultas di lingkungan Universitas Tarumanagara didirikan pada tanggal 1 Oktober 1965.

Sejak saat berdirinya, Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara telah dipimpin oleh 5 (lima) Dekan yaitu: Alm. dr. R. Pirngadi Gonggo-putro, Alm. dr. R. Soewarno, Alm. Prof. dr. W.A.F.J. Tumbelaka, SpA., dr. Vivien Wahjuni Hadiprodjo, MM, dr. Samsi Jacobalis, SpB, FRACMA, FAHCE dan dr. Tom Surjadi, MPH. Saat ini yang menjadi Dekan adalah Prof. dr. Bambang Sutrisna, MHSc(Epid).

Prodi Kedokteran Universitas Tarumanagara ini yang semula peringkat B, untuk tahun 2018 naik peringkat dengan meraih Akreditasi A, berdasarkan Surat Keputusan Akreditasi Program Sarjana dari Badan Akreditasi Nasional (BAN-PT) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).



------------------------------------------------------------------------------------
24. Universitas Islam Sultan Agung
------------------------------------------------------------------------------------
Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) yang berlokasi di Semarang didirikan oleh Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) pada tanggal 16 Dzulhijjah 1381 H, bertepatan dengan 20 Mei 1962 M, Tiga fakultas telah dibuka yakni Fakultas Agama Islam, Fakultas Ekonomi dan Fakultas Ilmu Pasti Alam. Pada tahun berikutnya didirikan Fakultas Kedokteran (10 Oktober 1963). Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat, dan Fakultas Teknik kemudian menggantikan FIPIA dibuka pada tahun berikutnya, bersama dengan semangat untuk meningkatkan pengetahuan melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Fakultas Kedokteran Unissula sejak tahun 2005 telah menyelenggarakan pendidikan kedokteran sesuai dengan buku standar KKI tersebut. Bentuk implementasinya adalah menggunakan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dengan pendekatan Problem Based Learning (PBL) pada seluruh tingkat pendidikan baik preklinik maupun klinik. Tentu pelaksanaan KBK-PBL di FK Unissula tidak ditetapkan secara sefihak oleh FK Unissula sendiri, melainkan sudah mendapatkan persetujuan dari Health Works Services (HWS) Dikti.

Akreditasi Program Studi Kedokteran di Universitas ini semula adalah bernilai A (sangat baik), berdasarkan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Tinggi (BAN-PT) No. 010 Tahun 2011 yang berlaku s.d. tahun 2016.

Prodi Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung ini untuk tahun 2018 turun peringkat menjadi Akreditasi B tetapi beberapa tahun sebelumnya PT ini berkali-kali mendapat Akreditasi A. Akreditasi B didasarkan Surat Keputusan Akreditasi Program Sarjana dari Badan Akreditasi Nasional (BAN-PT) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

Hal itulah yang menjadi bahan pertimbangan kami mengapa Universitas Islam Sultan Agung kami masukkan sebagai salah satu Prodi Kedokteran Terbaik tahun 2018 berdasarkan Akreditasi BAN-PT


Demikian data sementara 24 Prodi Kedokteran Terbaik 2018 Versi Akreditasi BAN-PT, semoga bermanfaat. Amiin Yaa Robbal 'Alamin!

Tim editor:
1. Drs. Asep Rusmana D, S.H.
2. Ir. Dedi Suharto


Sumber:
- banpt.or.id
- fk.ujiantulis.com

Read more

Informasi Fakultas Kedokteran Universitas Semarang

Posted by Online Consultant on Thursday, September 13, 2018

Universitas Semarang (USM), Semarang Jawa Tengah pernah hangat diperbincangkan bakalan membuka Fakultas Kedokteran. Dan memang pihak Universitas Semarang (USM) sendiri pernah melakukan persiapan-persiapan ke arah dibukanya Fakultas Kedokteran tersebut.

Perkembangan Universitas Semarang (USM) yang semakin maju dan banyak diminati masyarakat, mendorong untuk semakin memberikan pelayanan kepada masyarakat di bidang kesehatan. Untuk mencapai harapan tersebut, USM akan membuka Fakultas Kedokteran dalam waktu dekat ini.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Badan Pengurus Yayasan Alumni Undip, Prof Ir Joetata Hadihardaja saat pelantikan pejabat struktural USM, beberapa waktu yang lalu. Joetata mengatakan, USM telah mempersiapkan berbagai langkah, antara lain studi banding ke perguruan tinggi yang memiliki Fakultas Kedokteran, kerja sama dengan rumah sakit, serta menyiapkan lahan senilai Rp 10 miliar.

Saat ini USM juga telah memiliki lahan 1,2 ha di Mrican sebagai lahan pendidikan kesehatan masyarakat dan kedokteran komunitas yang merupakan tempat pelayanan kesehatan primer (pusat kesehatan masyarakat, pos pelayanan terpadu, desa binaan, dan lain-lain).

Diakui sendiri oleh Dekan Fakultas Teknik Undip tersebut, bahwa mendirikan Fakultas Kedokteran tidak semudah mendirikan program studi lain. Berbagai syarat haruslah dipenuhi, di antaranya harus memiliki 26 dokter spesialis yang non-PNS dan 13 laboratorium.

USM telah melakukan studi kelayakan dan saat ini memiliki beberapa laboratorium, antara lain laboratorium fisika, kimia, biologi, mikrobiologi, dan biokimia. Pada akhir 2015 yang lalu, Dekan Fakultas Teknik Undip sempat berencana membangun gedung empat lantai untuk FK USM yang akan dialokasikan untuk ruang dekanat, ruang dosen, ruang administrasi, dan laboratorium.

Menurut Joetata, selama menunggu proses izin keluar, gedung tersebut bisa dimanfaatkan para dokter spesialis untuk membuka praktik melayani masyarakat selama 24 jam. Kalau pelayanannya bagus, nanti juga akan mendukung untuk rencana pembukaan Fakultas Kedokteran. ”USM akan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat terutama di bidang pendidikan dengan biaya terjangkau, murah, tapi bukan murahan untuk golongan masyarakat menengah ke bawah,” ungkapnya.

Langkah studi banding ke perguruan tinggi yang memiliki Fakultas Kedokteran ppernah dilakukan oleh pihak USM ke Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Kamis (30/7/2015).

Perwakilan USM yang terdiri dari Rektor USM, Prof Dr Pahlawansyah Harahap MSi dan Wakil Rektor II USM, Andy Kridasusila MM pun disambut Rektor UMI, Prof Dr Masrurah Mokhtar MA, Wakil Rektor III UMI Prof Dr Achmad Gani MSi, Wakil Rektor V UMI Prof Dr Ma'ruf Hafidz MH, Wakil Dekan I Fakultas Kedokteran UMI, Dr dr Nasrudin AM SpOG dan jajaran pimpinan fakultas UMI lainnya.

Kunjungan tersebut dirangkaikan dengan penandatangan nota kesepahaman kerja antara USM dan UMI terkait pembukaan Fakultas Kedokteran di USM.

"Universitas Semarang akan segera membuka Fakultas Kedokteran. Untuk itu, kami ingin belajar ke UMI karena Fakultas Kedokteran UMI merupakan salah satu Perguruan Tinggi Swasta yang berkualitas dan sudah terkenal hingga ke Pulau Jawa,"kata Prof Dr Pahlawansyah Harahap.

Ia pun berharap agar dengan adanya kerjasama yang dijalin antara USM dan UMI dapat mempercepat pembukaan Fakultas Kedokteran di USM. Untuk pembukaan Fakultas Kedokteran di USM tinggal menunggu visitasi terakhir dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti). Untuk itu, USM membutuhkan persiapan yang lebih matang lagi. Sehingga, USM mengharapkan bimbingan dari UMI.

Sementara itu, Prof Masrurah Mokhtar juga mengharapkan agar kerjasama yang terjalin tidak hanya terbatas pada pembukaan Fakultas Kedokteran, melainkan juga pada bidang lainnya.

"Kami berharap dengan adanya kesepakatan kerjasama ini dapat memberikan peluang untuk mengembangkan institusi masing-masing dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak,"kata Prof Masrurah.

Ketua Pengurus Yayasan Alumni Undip, Prof Ir Joetata Hadihardaja juga berupaya untuk menambah program studi dan fakultas baru untuk pengembangan. Salah satunya adalah pembangunan gedung Fakultas Kedokteran.

"Gedungnya sudah jadi, klinik juga sudah beroperasi, dosen juga sudah kami siapkan, hanya saja izin belum keluar," imbuh Joetata. Ia menyayangkan belum keluarnya ijin dari pihak kementerian yang melakukan pembatasan pembukaan fakultas kedokteran untuk.

Ia menjelaskan telah mempersiapkan pengajar yakni 26 dokter yang terdiri dari 10 dokter lulusan strata 2 dan 16 dokter sepesialis. Pihaknya juga berencana membangun sebuah rumah sakit untuk praktik di sekitar relokasi Pasar Johar.

Pengajuan pembukaan progdi baru Fakultas Kedokteran Universitas Semarang (USM) hingga saat ini belum ada kejelasan sampai dimana prosesnya, mengingat terganjal oleh adanya moratorium. Meskipun demikian, Ketua Pengurus Yayasan Alumni Undip, Prof. Ir. Joetata Hadihardaja menyampaikan janjinya kepada masyarakat luas untuk tidak membebani dengan biaya tinggi, apabila nanti berkeinginan kuliah di Fakultas Kedokteran USM.

Menurutnya jika izin pembukaan prodi Kedokteran turun, pihaknya berjanji tidak akan membebani mahasiswa dengan biaya tinggi. Meskipun biaya kuliah di USM dikeseluruhan progdi relatif murah, bukan berarti murahan. Kami tetap mengedepankan pada aspek kualitas.

Mantan Guru Besar Undip tersebut selanjutnya menuturkan, bahwa untuk dapat kuliah di Fakultas Kedokteran pada umumnya relatif mahal, dan hanya terjangkau oleh kalangan menengah ke atas. Biaya masuk di Fakultas Kedokteran di perguruan tinggi lain dapat mencapai angka tiga ratus jutaan. Ini tentu hanya terjangkau oleh kalangan masyarakat tertentu.

Terkait dengan apa yang disampaikan Ketua Pengurus Yayasan Alumni UNDIP tersebut, Koordinator Kopestis VI, Prof. DYP Sugiharto pada kesempatan yang sama menjelaskan, mengenai pengajuan usulan, proses, izin untuk pembukaan prodi Kedokteran, posisinya saat ini berada di tingkat pusat. Pada saat masih di wilayah kewenangan Kopertis, kami harus memberikan rekomendasi. Saat itu, sarat untuk merekomendasi usulan Fakultas Kedokteran, ketentuan yang harus dipenuhi adalah akreditasi institusinya harus B.

Ia menambahkan, saat USM melakukan pengajuan pembukaan prodi baru Kedokteran masih terakreditasi institusi C. Meskipun masih C, Kopertis sangat optimis akreditasi institusi USM dalam waktu dekat akan berubah menjadi B, sehingga saat itu rekomendasi kami berikan, karena waktu itu ranahnya masih di wilayah Kopertis. Bila saat ini dari sisi persyaratan sudah terpenuhi, maka selanjutnya kewenangan ada di Kemeristekdikti, demikian seperti ditandaskan oleh Koordinator Kopestis VI, Prof. DYP Sugiharto.


Sumber:
- usm.ac.id
- fk.ujiantulis.com
- Tribun Makassar
- Tribun Jateng
Read more

Mengenal Profil Pendidikan Dokter Universitas Wahid Hasyim

Posted by Online Consultant

Pemberian izin untuk delapan program studi (Prodi) kedokteran baru oleh Pemerintah dalam hal ini Kemenristek Dikti, dilakukan untuk memenuhi kebutuhan daerah akan lulusan dokter yang berkualitas.

Direktur Jenderal Jenderal Kelembagaan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Patdono Suwignjo mengakui di sejumlah daerah sudah jenuh atau telah memiliki terlalu banyak lulusan kedokteran. Namun di beberapa daerah, kebutuhan tersebut masih tinggi.

Pada tahun 2016 pihaknya tidak membuka pengajuan baru untuk prodi kedokteran. Pemberian izin 8 prodi kedokteran yang baru adalah dari pengajuan yang tahun 2015 lalu. Tahun ini kami tidak buka pengajuan, demikian seperti disampaikan Patdono seusai penyerahan Surat Keputusan (SK) Prodi Kedokteran di Kantor Kemenristek Dikti, Jakarta, Selasa, 29 Maret 2016.

Dan salah satu prodi Kedokteran dari 8 prodi kedokteran yang baru mendapat izin itu adalah Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Wahid Hasyim, Semarang, Jawa Tengah.

Fakultas Kedokteran Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang, akhirnya memiliki Program Studi Pendidikan Dokter yang diselenggarakan berdasarkan Surat Keputusan Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia nomor : 127/KPT/1/2016, dengan Visi, Misi, dan tujuan umum sebagai berikut:


Visi dan Misi

Visi

Menjadi “Program Studi yang unggul dalam mentransformasikan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran dengan nilai-nilai Islam Ahlus Sunnah wal Jama’ah ”.

Misi

Menyelenggarakan pendidikan yang kompeten dan kompetitif sehingga lulusannya diakui secara nasional;
Menyelenggarakan penelitian untuk ikut menyumbang kemajuan ilmu kedokteran;
Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dengan kemampuan dan ketrampilan ilmu dan teknologi kedokteran sesuai kebutuhan masyarakat.


Tujuan Umum

Menghasilkan dokter yang profesional, kompeten, mempunyai empati terhadap kesehatan manusia dan kepedulian terhadap kemanusiaan, beretika sesuai dengan nilai-nilai Islam Aswaja yang mampu bersaing dalam kancah nasional pada khususnya dan dalam era Masyarakat Ekonomi ASEAN serta Globalisasi pada umumnya.


Sumber:
- unwahas.ac.id
- fk.ujiantulis.com
Read more

Akreditasi BAN-PT Fakultas Kedokteran Unimal

Posted by Online Consultant

Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BANPT) memberikan nilai B untuk akteditasi institusi Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara. Kepastian itu diperoleh setelah Surat Keputusan (SK) dengan nomor 0575/SK/BAN-PT/Akred/PT/2016 yang ditandatangani Ketua BANPT, Mansyur Ramly. Rektor Unimal, Prof Apridar, Kamis (23/6), menyebutkan SK tersebut sudah diterima oleh pihaknya.

“Alhamdulillah. Kami bersyukur atas capaian ini. Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, baik internal maupun eksternal Unimal yang membantu Unimal sejak berdiri sampai saat ini dan masa yang akan datang,” ujar Apridar.

Disebutkan, akreditasi institusi itu menunjukkan kerja keras dan kerjasama tim yang kompak baik itu dosen, pegawai, mahasiswa, alumni dan seluruh lembaga pemerintah, instansi penegak hukum, lembaga sosial, swasta dan lembaga dalam dan luar negeri. Setelah mendapat akreditasi itu sambung Apridar dirinya meminta seluruh karyawan dan dosen terus meningkatkan pelayanan pada publik. “Kita harus mengejar agar sama dengan kualitas universitas lainnya di Indonesia. Soal pelayanan harus cepat, agar tidak ada keluhan dari mahasiswa dan publik,” terang Apridar.

Selain itu, untuk meningkatkan kompetensi dosen, tahun ini, Unimal mengirim 12 dosen untuk melanjutkan program doktoral ke Universitas Diponegoro Semarang. “Setiap tahun kita kirim puluhan dosen untuk melanjutkan doktoral ke universitas dalam dan luar negeri. Sehingga ketika mereka kembali kita harap bisa meningkatkan kualitas transfer ilmu ke mahasiswa,” sebutnya.


Terkait Akreditasi Fakultas Kedokteran Unimal, sudah juga diberikan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM PT-Kes). Dan berikut bisa kita baca Sertifikatnya :




Untuk Akreditasi BAN-PT Fakultas Kedokteran Unimal masih peringkat B, sebagaimana artikelnya sudah kami publikaskan beberapa waktu yang lalu.

Unimal sambung Prof Apridar telah mengirimkan berkas permohonan 10 jurusan baru ke Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti). Ke 10 jurusan itu terdiri dari satu program doktoral, empat program magister dan lima jurusan S1. Adapun untuk program doktoral adalah S3 Ilmu Manajemen, kemudian magister jurusan S2 Sosiologi, S2 Agroekoteknologi, S2 Ilmu Akuntansi dan S2 Ekonomi Pembangunan.

Selanjutnya S1 Bahasa Inggris, S1 Perikanan, S1 Kehutanan, S1 Kewirausahaan dan S1 Hubungan Internasional. “Kita terus berupaya meningkatkan kompetensi lulusan agar mampu bersaing di pasar global ini,”pungkas Prof Apridar.


Sumber:
- unimal.ac.id
- fk.ujiantulis.com


Read more

Unsyiah Raih Peringkat Akreditasi A Untuk Fakultas Kedokteran

Posted by Online Consultant on Wednesday, September 12, 2018

Ungkapan rasa syukur ke Hadirat Alloh SWT. disampaikan DR dr Mulyadi, Sp.P(K), Dekan Fakultas Kedokteran Unsyiah periode 12 April 2012 - 12 April 2016 setelah menerima langsung Surat Keputusan penetapan hasil akreditasi dengan predikat A dari LAM PTKes Jakarta.

Dengan predikat akreditasi A ini, mulai Juli 2016 FK Unsyiah resmi dapat melaksanakan program pendidikan secara mandiri untuk program dokter Spesialis Paru, dokter spesialis Saraf, dokter spesialis Anak, dokter spesialis THT. Dan pada Tahun 2017 mulai membuka pendidikan dokter Spesialis Jantung, dokter Spesialis Anastesi, dan dokter Spesialis Kedokteran Jiwa.

Predikat akreditasi A yang diperoleh FK Unsyiah dari Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan (LAM PT Kes) Indonesia nomor 412/ DR. dr. Mulyadi,Sp.P(K) LAM-PTKes/AKR/Sar/III/2016 tanggal 20 Maret 2016 untuk Sarjana Kedokteran (SKed) dan nomor 0413/ LAM-PTKes/AKR/ Pro/III/2016 untuk profesi dokter.

Prestasi ini menyamai beberapa Fakultas Kedokteran terkemuka di Indonesia, seperti FK Universitas Indonesia (Jakarta), FK UGM (Yogyakarta), FK Universitas Padjajaran (Bandung), FK Universitas Diponegoro (Semarang), dan FK Universitas Airlangga (Surabaya). FK Unsyiah yang berdiri 1 April 1982, saat ini memiliki jumlah mahasiswa aktif 1.417 orang, dan telah meluluskan 2.521 orang dokter.

Persiapan mencapai akreditasi A ini telah dimulai sejak tahun 2008 saat Dekan FK Unsyiah dijabat DR dr Syahrul, Sp.S (K) dengan mengirimkan sejumlah staf pengajar(dosen) untuk mengikuti pendidikan di dalam dan luar negeri untuk program S3 (Doktor), Dokter Spesialis -1, Dokter Spesialis-2, dan Magister Kedokteran sehingga saat ini FK unsyiah memiliki 35 orang staf pengajar dengan kualifikasi S3 (Doktor).

Menurut DR dr Endang Mutiawati, Sp.S(K), sebagai ketua komite akreditasi, keberhasilan ini karena kerja keras secara bersama-sama dan didukung oleh seluruh staf pengajar FK unsyiah, mahasiswa FK Unsyiah, staf administrasi, rektorat unsyiah, Rumah Sakit Pendidikan Utama RSUDZA, RS pendidikan jejaring (RS Jiwa Aceh, RS Ibu Anak, RS Meuraxa, dan beberapa RS Kab/Kota lainnya), Ikatan Alumni (IAKU), serta masyarakat luas.

Sebelumnya FK Unsyiah di bawah kepemimpinan DR dr Mulyadi telah menghasilkan berbagai prestasi akademik, penilitian, dan pengabdian yang berwawasan global. Juga telah meningkatkan nilai uji kompetensi mahasiswa di atas 80%, dan bahkan seorang mahasiswi FK Unsyiah, dr Ummi Salamah telah berhasil mendapat nilai terbaik ke- 3 dari seluruh peserta uji kompetensi di Indonesia periode November 2015.

Dengan predikat akreditasi A akan lebih meningkatkan mutu pendidikan dan kepercayaan putra-putri terbaik Aceh khususnya serta Indonesia umumnya untuk mengikuti pendidikan di Fakultas Kedokteran Unsyiah.



Fakultas Kedokteran mendapatkan banyak penghargaan dan memenangkan banyak kompetisi yang diikuti oleh para mahasiswa, dosen maupun skala institusi. Berikut ini adalah daftar pernghargaan yang didapat oleh Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (Unsyiah).


Mulai Juli 2013 Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala menerapkan revisi kurikulum 2006 yaitu Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) 2013 sebelum Implementasi disahkan oleh Senat FK Unsyiah.

Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) 2013, lama pendidikannya sama dengan Kurikulum 2006, proses pembelajarannya tetap Problem Based Learning, hanya persentase perkuliahan lebih ditingkatkan pada Kurikulum KBK 2013.

Pada tahun 2016 Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala membuka Program Pendidikan Dokter Spesialis THT-KL, Program Pendidikan Dokter Spesialis Pulmonologi dan Respirasi, Program Pendidikan Dokter Spesialis Neurologi dan Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Kesehatan Anak .

Pada tahun 2017 Fakultas Kedokteran Univesitas Syiah Kuala membuka Program Pendidikan Dokter Spesialis Anestesi dan Terapi Intensif, Program Pendidikan Dokter Spesialis Kardiologi. Dan pada tahun 2018 Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala berencana akan membuka Program Magister (S2) Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kesehatan Komunitas, Program Magister (S2) Tropikal Medicine, Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin, Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Kesehatan Mata, Program Pendidikan Dokter Spesialis Bedah Plastik

Selama ini FK (Fakultas Kedokteran) Unsyiah setiap bulannya menjadi salah satu tujuan pilihan dari mahasiswa kedokteran berbagai negara Eropa, dan merupaan satu-satunya FK di Asia yang memiliki kerja sama dengan Bagian Family Medicine, Universitas McMaster, Canada. Dalam era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), FK unsyiah akan segera merevisi kurikulum dengan menambah muatan lokal berbasis kurikulum dari negara-negara ASEAN, sehingga lulusan dokter FK Unsyiah dapat bekerja di beberapa negara ASEAN.


Sumber:
- unsyiah.ac.id
- Serambi Indonesia
- fk.ujiantulis.com



Read more

Profil Pendidikan Dokter Universitas Muhammadiyah Surabaya

Posted by Online Consultant

Universitas Muhammadiyah Surabaya Jawa Timur pada awalnya adalah terdiri atas beberapa lembaga pendidikan tinggi yang sudah ada. Lembaga-lembaga tersebut adalah Fakultas Ilmu Agama Jurusan Da’wah (FIAD) yang berdiri sejak 15 September 1964, Fakultas Tarbiyah Surabaya berdiri tahun 1975, IKIP Muhammadiyah Surabaya berdiri tahun 1980, Fakultas Syari’ah Surabaya berdiri tahun 1982, dan Institut Teknologi Muhammadiyah Surabaya berdiri tahun 1983.

Berdasarkan SK. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI. No.:0141/0/1984, IKIP Muhammadiyah Surabaya, Institut Teknologi Muhammadiyah Surabaya, dan Universitas Muhammadiyah Gresik digabung menjadi satu dengan nama “UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA” yang selanjutnya disingkat menjadi UMSurabaya. Seluruh Jurusan yang ada di ketiga lembaga tersebut berdasarkan SK. Mendikbut RI No. : 0142/0/1984 di atas mendapat status TERDAFTAR.

Untuk memenuhi kebutuhan akan tenaga medis, khususnya program Ahli Madya Kesehatan, maka pada tahun 1992 Pimpinan Pusat Muhammadiyah Majelis Pembina Kesehatan melalui Surat No.:IV.B/4.a/220/1992 tanggal 14 Desember 1992 mengajukan Permohonan Pendirian Pendidikan Ahli Madya Kesehatan di lingkungan Muhammadiyah/Aisyiyah kepada Sekretaris Jendral Departemen Kesehatan RI,.

UM Surabaya termasuk salah satu yang diplot untuk membuka program pendidikan dimaksud. Berdasar SK Menteri Kesehatan RI. No.: Hk.00.06.1.1.3331 tanggal 8 September 1993 secara resmi beridiri AKADEMI KEPERAWATAN (AKPER) di lingkungan UMSurabaya. Pada tanggal 1 Januari 2000 berdiri Fakultas Hukum dan pada tahun 2001 berdiri pula Akademi Analis Kesehatan (AAK) Unmuh Surabaya dengan SK Dikti No. 184/D/O/2001 taggal 26-09-2001.

Tahun 2006 Universitas Muhammadiyah Surabaya terus memenuhi tuntutan akan kebutuhan tenaga kesehatan dalam hal ini adalah bidan, dengan berbagai pertimbangan masih tingginya kebutuhan bidan untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak dalam upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak, maka berdasarkan Keputusan Dirjen Dikti No. 006/D/T/2006 UM Surabaya diberikan ijin untuk menyelenggarakan Program Studi D3 Kebidanan. Berdasarkan terbitknya ijin Prodi tersebut maka tahun 2006 program studi dibidang kesehatan antara lain Program Studi D3 keperawatan, Akademi Analis Kesehatan, Program Studi Ilmu Keseperawatan dan Program Studi D3 Kebidanan menjadi satu fakultas dengan nama Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK).

Pada tahun 2008 upaya Universitas Muhammadiyah Surabaya dalam mengembangkan pelayanan kesehatan manusia secara komprehensif khusunya dalam menangani masalah psikologis manusia, maka berdasarkan SK Dirjen Dikti No. 2001/D/T/2008 tanggal 25 Juni 2008 telah dibuka program Studi SI Psikologi berada pada satu Fakultas dengan Fakultas Ilmu Kesehatan.

Pada tahun 2009 berdasarkan SK Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi No. 1272/D/T/2009 tanggal 31 Juli 2009 berdiri Program magister Pendidikan bahasa dan Sastra Indonesia (S2).

Pada tahun 2012 berdasarkan SK Direktur jenderal Pendidikan Tinggi No. 48/E/O/2012 tanggal 8 Pebruari 2012 telah berdiri Program Studi Pedidikan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD).

Dalam perkembangannya sampai dengan April tahun 2013 program studi di lingkungan Universitas Muhammadiyah Surabaya sejumlah 24 Program Studi 7 Fakultas termasuk Program Pasca Sarjana seluruhnya telah terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Departemen Pendidikan Nasional.

Selanjutnya sekitar bulan April 2016 Universitas Muhammadiyah Surabaya secara resmi memiliki Prodi Kedokteran. Dengan demikian, Universitas Muhammadiyah Surabaya siap mencetak generasi unggul dan islami di bidang kedokteran melalui peresmian Fakultas Kedokteran dengan program studi Pendidikan Dokter, pada hari Kamis tanggal 14 April 2016. Peresmian tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti pembukaan FK yang ditandatangani oleh ketua Dikti Litbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah Lincolin Asyad, serta peluncuran balon gas besar di halaman kampus tersebut.

Rektor UM Surabaya, Sukadiono, mengatakan, Surat Keputusan (SK) izin operasional pendirian FK UM Surabaya telah diserahkan oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir di Jakarta pada Selasa (12/4) sore. “Turunnya izin kedokteran ini hasil dari perjuangan panjang dan berliku, kami perlu beberapa kali bersabar karena kendala moratorium,” kata Sukadiono di acara tersebut.

Ia menjelaskan, FK UM Surabaya memiliki beberapa keunggulan. Antara lain biaya kuliah lebih murah dibandingkan perguruan tinggi lainnya. Dana pengembangan untuk mahasiswa baru di FK UM Surabaya ditetapkan sebesar Rp 200 juta. Sedangkan biaya per semester sebesar Rp 25 juta. Selain itu, UM Surabaya memiliki 29 jaringan rumah sakit Muhammadiyah se-Jawa Timur yang bisa digunakan untuk praktek mahasiswa kedokteran.

Untuk PMB angkatan perdana kuotanya 50 mahasiswa, yang daftar sudah 120 orang. Kita model perkualiahannya tutorial dibagi lima kelompok, tiap kelompok 10 mahasiswa.

Ia menambahkan, persiapan pendirian FK tersebut tidak begitu rumit karena UM Surabaya sudah memiliki semua peralatan dan jaringan rumah sakit untuk praktek. Sementara untuk dosen dan tenaga pendidik sudah mulai direkrut sejak dua tahun yang lalu, totalnya sebanyak 33 dosen.

UM Surabaya juga berencana mendirikan rumah sakit pendidikan pada 2021. Bangunan tersebut dirancang memiliki 13 lantai. UM Surabaya telah menyiapkan anggaran pembangunan gedung rumah sakit tersebut senilai Rp 100 miliar. Sedangkan untuk peralatan diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp 50 miliar hingga Rp 100 miliar.


Kontak Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya

Universitas Muhammadiyah Surabaya
Jalan Sutorejo No 59,
Surabaya, Jawa Timur,
Indonesia 60113
+62 31 381 1966 +62 31 381 3096
fk@um-surabaya.ac.id
www.fk.um-surabaya.ac.id


Sumber:
- um-surabaya.ac.id
- fk.ujiantulis.com

Read more