Soal Kedokteran

Pendidikan Kedokteran di Indonesia

Program studi kedokteran atau pendidikan dokter di perguruan tinggi merupakan salah satu pendidikan yang paling banyak diminati calon mahasiswa setiap kali seleksi penerimaan mahasiswa baru. Uang pangkal yang relatif mahal tidak mengurangi minat lulusan SMA untuk memilih program studi tersebut.

Tidak hanya program studi (prodi) kedokteran di perguruan tinggi negeri yang menjadi incaran. Prodi kedokteran di perguruan tinggi swasta juga diserbu calon mahasiswa. Uang pangkal di perguruan tinggi negeri pun hampir tak beda dengan perguruan-perguruan tinggi swasta, di kisaran Rp 5 juta-Rp 50 juta. Kampus favorit dengan kisaran uang pangkal hingga Rp 80 juta atau untuk kedokteran bisa mencapai Rp 200 juta tetap dibanjiri peminat.

Jumlah tenaga medis khususnya di Indonesia yang belum sebanding dengan populasi masyarakat disebut-sebut menjadi alasan prospektifnya program studi ini. Itu terbukti dari minimnya fasilitas kesehatan dan para dokter di desa-desa. Kebutuhan akan tenaga ahli dalam bidang kesehatan seperti dokter dan staf medis trus meningkat sering meningkat nya jumlah penduduk dan gaya hidup yang kian lama semakin tidak sehat.

Mengenal kedokteran

Kedokteran merupakan suatu ilmu dan seni yang mempelajari tentang penyakit dan cara-cara penyembuhannya. Ilmu kedokteran adalah cabang ilmu kesehatan yang mempelajari tentang cara mempertahankan kesehatan manusia dan mengembalikan manusia pada keadaan sehat dengan memberikan pengobatan pada penyakit dan cedera. Ilmu ini meliputi pengetahuan tentang sistem tubuh manusia dan penyakit serta pengobatannya, dan penerapan dari pengetahuan tersebut.

Praktek kedokteran dilakukan oleh para profesional kedokteran–lazimnya dokter dan kelompok profesi kedokteran lainnya yang meliputi perawat atau ahli farmasi. Berdasarkan sejarah, hanya dokterlah yang dianggap mempraktikkan ilmu kedokteran secara harfiah, dibandingkan dengan profesi-profesi perawatan kesehatan terkait. Profesi kedokteran adalah struktur sosial dan pekerjaan dari sekelompok orang yang dididik secara formal dan diberikan wewenang untuk menerapkan ilmu kedokteran. Di berbagai negara dan wilayah hukum, terdapat batasan hukum atas siapa yang berhak mempraktikkan ilmu kedokteran atau bidang kesehatan terkait.

Ilmu kedokteran umumnya dianggap memiliki berbagai cabang spesialis, dari pediatri (ilmu kesehatan anak), ginekologi (ilmu penyakit pada wanita), neurologi (ilmu penyakit saraf), hingga melingkupi bidang lainnya seperti kedokteran olahraga, dan kesehatan masyarakat.

Sistem kedokteran dan praktik perawatan kesehatan telah berkembang dalam berbagai masyarakat manusia sedikitnya sejak awal sejarah tercatatnya manusia. Sistem-sistem ini telah berkembang dalam berbagai cara dan berbagai budaya serta daerah yang berbeda. Yang dimaksud dengan ilmu kedokteran modern pada umumnya adalah tradisi kedokteran yang berkembang di dunia Barat sejak awal zaman modern. Berbagai tindakan pengobatan dan kesehatan tradisional masih dipraktikkan di seluruh dunia, di mana sebagian besar dianggap terpisah dan berbeda dari kedokteran Barat, yang juga disebut biomedis atau tradisi Hippokrates.

Sistem ilmu kedokteran yang paling berkembang selain sistem Barat adalah tradisi Ayurveda dari India dan pengobatan tradisional Tionghoa. Berbagai tradisi perawatan kesehatan non konvensional juga dikembangkan di dunia Barat yang berbeda dari ilmu kedokteran pada umumnya. Di berbagai tempat, sistem kedokteran Barat seringkali dipraktikkan bersama-sama dengan sistem kedokteran tradisional setempat atau sistem kedokteran lainnya, meskipun juga dianggap saling bersaing atau bahkan bertentangan.

Praktek kedokteran mengombinasikan sains dan seni. Sains dan teknologi adalah bukti dasar atas berbagai masalah klinis dalam masyarakat. Seni kedokteran adalah penerapan gabungan antara ilmu kedokteran, intuisi, dan keputusan medis untuk menentukan diagnosis yang tepat dan perencanaan perawatan untuk masing-masing pasien serta merawat pasien sesuai dengan apa yang diperlukan olehnya.

Di Indonesia Fakultas Kedokteran didirikan umumnya bertujuan untuk mengembangkan ilmu kedokteran melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Pendidikan Kedokteran di perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta bertujuan menghasilkan lulusan dengan kemampuan untuk mengembangkan dan memutakhirkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam disiplin pendidikan kedokteran dengan cara menguasai dan memahami pendekatan, metode, kaidah ilmiah disertai keterampilan penerapannya.

Disamping itu untuk menghasilkan lulusan yang mampu memecahkan permasalahan dalam disiplin pendidikan kedokteran melalui kegiatan penelitian dan pengembangan berdasarkan kaidah ilmiah. Serta mengembangkan kinerja professional yang ditunjukkan dengan ketajaman analisis permasalahan, ketercakupan tinjauan, kepaduan pemecahan masalah atau profesi yang serupa.

Para lulusan Fakultas Kedokteran diharapkan mempunyai kompetensi dalam disiplin pendidikan kedokteran. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, Departemen Pendidikan Kedokteran seperti di Universitas Indonesia (UI) memiliki misi:

1. Menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan tinggi dalam disiplin pendidikan kedokteran bagi staf pengajar dari seluruh Indonesia dangan mengikuti perkembangan disiplin pendidikan kedokteran di dalam dan luar negeri dan didukung pengembangan riset kedokteran

2. Menghasilkan lulusan yang mempu merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi program pendidikan dokter dan dokter spesialis di institusi pendidikan masing-masing

3. Menghasilkan lulusan yang mampu mengidentifikasi masalah dan merumuskan penyelesaian masalah pendidikan kedokteran di institusi pendidikan kedokteran dan dokter spesialis

4. Membina jaringan kemitraan dengan berbagai pakar, institusi di dalam dan luar negeri dalam pelaksanaan pendidikan kedokteran




Post a Comment

0 Comments